Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Itu Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan

Artificial Intelligence (AI) menjadi suatu bidang yang penting untuk dipelajari. Di sini, kita juga akan melihat beberapa definisi AI dari berbagai sudut pandang. Dan pada artikel ini juga di bahas sejarah perkembangan AI, kondisi AI pada saat ini dan kegunaan AI di masa yang akan datang.

1.Alasan Mengapa Artificial Intelligent Harus di Pelajari

Inilah alasan mengapa kita mempelejari Artificial Intelligent (AI). Manusia diciptakan dengan kecerdasan yang sangat luar biasa. Bayi yang baru lahir hanya bisa menangis saat lapar dan segera berhenti begitu sang ibu memberinya ASI (Air Susu Ibu). Hal ini merupakan salah satu konsep belajar paling sederhana melalui sebuah pemetaan di jaringan syaraf otaknya : jika bayi lapar dan menangis, maka ibunya pasti akan segera datang untuk memberikan bayi itu ASI. Pembelajaran yang diperoleh melalui stimulasi dari lingkungannya terjadi sangat cepat, eksponesial. Di usia sekitar dua tahun, seorang bayi umumnya sudah mulai mengucapkan beberapa kata dan mampu mengenali berbagai benda meskipun yang terlihat hanya bagian tertentu dari benda tersebut. Ketika melihat bagian kecil dari ekor cicak, dia akan mampu mengidentifiaks ibahwa ada seekor cicak sedang bersembunyi di balik bingkai foto yang tergantu di dinding. Satu atau dua tahun kemudian bayi tersebut sudah bisa lihat berkomunikasi menggunakan satu kalimat lengkap. Padahal anak tersebut tidak pernah diajari untuk berkomunikasi. Di usia lima tahun, dia sudah mahir berpendapat menggunakan kalimat-kalimat majemuk yang kompleks. Pada usia selanjutnya, kecerdasannya akan berkembang dengan sangat pesat, membentuk kecerdasan majemuk (multiple intteligence). Sampaai saat ini, belum ada satu mesinpun yang bisa menyamai kecerdasan majemuk manusia secara keseluruhan.
Selama bertahun-tahun para filsuf berusaha mempelajari kecerdasan manusia. Dari pemikiran para filsuf tersebut, lahirlah AI sebagai cabang ilmu yang berusaha memahami kecerdasan manusia. AI berusaha membangun entitas-entitas cerdas yang sesuai dengan pemahaman manusia. Entitas-entitas cerdas yang dibangun AI ini ternyata sangat menarik dan mempercepat proses memahami terhadap kecerdasan manusia. Oleh karena itu, AI menjadi bindang yang ssangat penting dalam memahami kecerdasan manusia. Dengan dukungan perkembangan hardware dan software yang sangat beragam. AI telah menghasilkan banyak produk yang sangat penting dan berguna bagi kehidupan manusia. hingga aat ini, AI harus dipelajari dan dikembangkan secara meluas dan mendalam. Saat ini, kita mengenal banyak bidang studi baru yang berawal dari AI seperti sistem fuzzy, soft computing, evolutionary computation, dan banyak lagi lainnya yang semakin fokus pada bidang kajian dan permasalah tertentu.
Pada artikel ini, pembahasan AI akan diterapkan pada empat teknik dasar pemecahan masalah yaitu searching, reasoning, planning dan learning. Keempat teknik ini memiliki karakteristik unik, tersebut bisa digunakan sendiri-sendiri selama terpisah atau digabungkan. PEnggabungan bisa dilakukan secara serial ataupun parallel untuk membangun aplikasi sederhana hingga sebuah sistem yang lebih besar. Misalkan suatu aplikasi bisa dibangun menggunakan teknik searching yang diikuti teknik reasoning. Sementara aplikasi lainnya dibangun menggunakan teknik reasoning yang dilakukan secara paralel dengan teknik learning. Dengan demikian keempat teknik ini sangat dibutuhkan dan berhubungan.

2. Pengertian AI Secara Singkat

Sebagian peneliti mengatkan Artificial Intelligence sebagai kecerdasan buatan, kecerdasan artifisial, intelijensia artifisial, atau intelijensia buatan. Pada artikel ini, istilah Artificial Intelligence sengaja tidak diterjemahkan ke bahasa Indonesia karena istilah tersebut sudah sangat akrab bagi orang Indonesia. Begitu juga dengan singkatan istilah tersebut, yaitu AI, sudah sangat melekat di berbagai media ilmiah maupun non ilmiah.
Selanjutnya, marilah kita melihat beberapa definisi AI yang disampaikan oleh beberapa ahli. PAra ahli mendefiiniskan AI secara berbeda-beda tergantung pada manusia saja, tetapi ada juga yang mendefinisikan AI secara lebih luas pada tingkah laku manusia. Pada [RUS95], Stuart Russel dan Peter Norving mengelomppokkan definisi AI, yang diperoleh dari beberapa textbook berbeda, ke dalam empat kategori, yaitu:
1. Thinking humanly
Pendekatan ini dilakukan dengan dua cara sebagai berikut:
  • Melalui intropeksi :mencoba menangkap emikiran-pemikiran kita sendiri pada saat kita berpikir. Tetappi, seorang psikolog Barat mengatakan : “How do you know that you understand?” atau dalam bahasa Indonesia “Bagaimana Anda tahu bahwa anda mengerti?” Karena pada saat Anda menyadari pemikiran Anda, ternyata pemikiran tersebut sudah lewat dan digantikan kesadaran Anda. SEhingga, definisi ini terkesan mengada-ada dan tidak mungkin dilakukan.
  • Melalui ekseprimen-eksperiman psikologi yang telah dilakukan oleh banyak peneliti.
2. Acting humanly
Pada taun 1950, Alan Turing merancang suatu ujian bagi komputer berintelijensia untuk menguji apakah komputer tersebut mampu mengelabuhi seorang manusia yang menginterogasinya melalui teletype (komunikasi berbasis teks jarak jauh). Jika interrogator tidak dapat membedakan yang diinterogasi adalah manusia atau komputer, maka komputer berintelijensia tersebut lolos dari Turing test. Komptuter tersebut perlu memiliki kemampuan Natural Language Processing, Knowledge Representation, Automated Reasoning, Machine Learning, Computer Vision, Robotics. Turing test sengaja menghindari interaksi fisik antara interrogator dan komputer karena simulasi fisik manusia tidak memerlukan intelejensia.
3. Thinking rationally
Terdapat dua masalah dalam pendekatan pada Thinking rationally ini, yaitu :
  • Tidak mudah untuk membuat pengetahuan informal dan menyatakan pengetahuan tersebut ke dalam formal term yang diperlukan notasi logika, khususnya ketika pengetahuan tersebut memiliki kepastian kurang dari 100%.
  • Terdapat perbedaan besar antara dapat memcahkan masalah “dalam prinsip” dan memcahkannya “dalam dunia nyata”.
4. Acting ationally
Membuat inferensi yang logis merupakan bagian dari suatu rational agent. Hal ini disebabgkan satu-satunya cara untuk melakukan aksi secacra rasional adalah dengan menalar secara logis. Dengan menalar secara logis, maka bisa didapatkan kesimpulan bahwa aksi yang diberikan akan mencapai tujuan atau tidak. Jika mencapai tujuan, maka agent dapat melakukan aksi berdasarkan kesimpulan tersebut.
thinking humanly dan acting humanly adalah dua definisi dalam arti yang sangat luas. Sasmpai saat ini, pemikiran manusia yang diluar rasio, yakni refleks dan intuitif (berhubungan dengan perasaan), belum dapat ditirukan sepenuhnya oleh komputer. Dengan demikian, kedua definisi ini dirasa kurang tepat untuk saat ini. Jika menggunakaan definis ini, maka banyak produk komputasi cerdas saat ini yang tidak layak disebut sebagai produk AI.
Definisi thinking rationally terasa lebih sempit daripada action rationally. Oleh karena itu, definisi AI yang paling tepat saat ini adalah acting rationaly dengan pendekatan rational agent. Hal ini berdasarkan pemikiran bahwa komputer bisa melakukan penalaran secara logisa dan juga bisa melakukan aksi secara rasional berdasarkan hasil penalaran tersebut.

Pendapat Ilmuwan Terhadap Artificial Intelligent

Para ilmuwan memiliki dua cara pandang yang berbeda tentang AI. Yang pertama memandang AI sebagai bidang ilmu yang hanya fokus pada proses berpikir. SEdangkan yang ke dua memandang AI sebagai bidang ilmu yang fokus pada tingkah laku. Cara pandang ke dua melihat AI secara lebih luas karena suatau tingkah laku pastilah didahului dengan proses berpikir.
Definisi AI yang paling tepat untuk saat ini adalah acting rationally dengan pendekatan rational agent. Hal ini berdasarkan pemikiran bahwa komputer bisa melakukan penalaran secara logis dan juga bisa melakukan aksi secara logis dan juga bisa melakukan aksi secara rasional berdasarkan hasil penalran tersebut.
Sejak pertama kali dikemukan istilah AI pada tahun 1956 di konferensi Darthmouth, AI terus dikembangkan melalui berbagai penelitian mengenai teori teori dan prinsip-prinsipnya. Perkembangan AI mengalami pasang surut mengikuti 1974, perkembangan AI melambat. Tetapi sejak tahun 1980, AI menjadi sebuah industri yang besar dengan perkembangan yang sangat pesat. Banyak industri skala besar yang melakukan investasi besar-besaran dalam bidang AI..
Saat ini, dengan semakin cepatnya perkembangan hardware dan software, berbagai produk AI telah berhasil dibangun dan digunakan dalam kehidupan, Dengan teknologi hardware yang performasinya semakin tinggi dan berukuran kecil serta didukung teknologi software yang semakin beragam dan kuat, produk-produk berbasis AI semakin dekat dengan kehidupan manusia.
Pada masa mendaatang, AI ditantang untuk membuat suatau kecerdasan yang hampir menyamai kecerdasan manusia. Ray Kurzweil memprediksi bahwa hal itu akan mungkin terwujud melalui tahapan-tahapan prediksi yang dibuatnya seara bertahap hingga tahun 2099.

Post a Comment for "Apa Itu Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan"